Dia cukup cerdas tapi kurang

Sang ayahpun mengahiri ceritanya. Dia melihat Zahra telah terlelap dengan pulas. Sang ayah hanya tersenyum melihatnya. Setelah mengecup dahi anaknya, sang ayah itupun beranjak dari tempat tidur dan berjalan untuk mematikan lampu kamar.
“Serlamat tidur anak ku, semoga mimpi indah..”. kata sang ayah sembari menutup pintu kamar tidur Zahra.Dahulu kala ada seorang tukang masak. Dia cukup cerdas tapi kurang memiliki tanggung jawab. Ketika dia keluar rumah menghirup udara bebas, dia merasa sangat senang dan merasa fikiranya sangat tenang. Dan ketika dia kembali ke rumahnya, dia akan menyempatkan waktunya untuk meneguk segelas anggur terbaik tanpa sepengetahuan majikanya untuk membangkitkan semangatnya. Ketika nafsu makanya meninggi, maka dia akan memakan masakan terbaik yang dapat di masaknya. "Seorang tukang masak harus tahu mencicipi apapun". Katanya.
pada suatu hari, tuanya berpesan kepadanya "Aku sedang menunggu kedatangan tamu pada malam ini, kamu harus menyiapkan sepasang masakan ayam yang lezat".
"Baik tuan" jawab Tukang masak itu. Kemudian  diapun memotong ayam, membersihkannya lalu mencabuti bulunya. Dan ketika menjelang malam, dia memanggang ayam tersebut di api hingga matang. Tapi sampai ayam tersebut mulai berwarna coklat dan hampir selesai dipanggang, ternyata tamu yang di tunggu-tunggu tersebut belum juga datang.

"Jika tamu yang kita tunggu tak datang juga, maka saya harus mengeluarkan ayam ini dari api tuan, dan memakanya selagi masih hangat. Karena sayang jika sampai gosong atau di biarkan dingin, maka masakan saya akan sia-sia karena rasanya telah beruubah”. Kata tukang masak itu kepada tunaya